Bioteknologi Tradisional dan Modern

Bioteknologi tradisional (konvensional)


Bioteknologi tradisional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroba, proses biokimia, dan proses genetic alami seperti mutasi dan rekombinasi genetic.
Contoh penerapan bioteknologi tadisional di berbagai aspek
1. Pangan
  • Pembuatan tempe dari kedelai dengan menggunakan jamur rhizopus
  • Pembuatan oncom dari ampas kedelai dengan menggunakan jamur neurospora sitophilia
  • Pembuatan tape ketan dari beras ketan dengan menggunakan khamir saccaharomyces cereviceae
  • Pembuatan kecap dari kedelai dengan menggunakan jamur aspergillus

2. Pertanian
  • Hidroponik ( cara bercocok tanam tanpa menggunakan taah sebagai media tanam)

3. Peternakan
  • Domba Ankon (domba berkaki pendek dan bengkok) hasil dari mutasi alami
  • Sapi “jersey” diseleksi oleh manusia agar menghasilkan susu degan kandungan krim lebih banyak

4. Kesehatan dan Pengobatan
  • Antibiotic yang digunakan untuk pengobatan, diisolasi dari bakteri dan jamur
  • Vaksin yang merupakan mikroorganisme atau bagian mikroorganisme yang toksinnya telah dimatikan, bermanfaat untuk meningkatkan imunitas

Bioteknologi modern


Bioteknologi modern mulai berkembang setelah penemuan struktur DNA sekitar tahun 1950, yang diikuti dengan penemuan-penemuan lainnya. Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi atau rekayasa DNA, selain memanfaatkan dasar mikrobiologi dan biokimia.
Contoh penerapan bioteknologi modern di berbagai aspek
1. Pangan
  • Buah tomat hasil manipulasi genetic sehingga tahan lama, tidak cepat matang serta membusuk
  • Kentang yang telah mengalami mutasi genetic sehingga kadar pati kentang meningkat 20% dari kentang biasa

2. Pertanian
  • Tanaman kedelai tengger dan kedelai hijau camar yang berumur pendek dengan produktivitas tinggi, diperoleh dari radiasi seleksi biji-biji kedelai
  • Tanaman jagung dan kapas yang resisten terhadap serangan penyakit gen tertentu (setelah gennya dimanipulasi)

3. Peternakan
  • Pembelahan embrio secar fisik(splitting) mampu menghasilkan kembar identic pada domba, sapi, dan kuda
  • Ternak unggul hasil manipulasi genetic, seperti unggul pada daging atau susunya

4. Kesehatan dan Pengobatan
  • Hormone pertumbuhan somatotropin yang dihasilkan oleh Escherichia coli
  • Manipulasi produksi vaksin dengan menggunakan E. coli agar lebih efisien

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s